Melawan Malaria untuk Memutus Rantai Kemiskinan: Tim Peneliti Prodi Magister Epidemiologi FKM UNDIP Perkuat Surveilans di Daerah Endemis Murung Raya

Tim peneliti Program Studi Magister Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan survei epidemiologi dan entomologi malaria di Desa Bahitom, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, pada 1–4 April dan 19–24 Mei 2026. Kegiatan yang dipimpin oleh Dr. Muh Fauzi ini merupakan bagian dari upaya mendukung pemerintah daerah dalam memperkuat surveilans malaria berbasis molekuler sebagai dasar penyusunan strategi pengendalian penyakit yang lebih efektif dan berbasis bukti.

Penelitian melibatkan tim dari Public Health Genomics Lab dan Program Studi Magister Epidemiologi FKM UNDIP, yaitu Derico Hitipeuw, Raisha Nuranindita, Edo Yungki Saputra, Fariha Akmalina Amirudin, Aprillia Andika Rahayu, Divendra Anugrah Pratama, Yolanda Nabila Azzura, dan M. Ilyas. Kegiatan meliputi wawancara karakteristik penduduk, pengambilan sampel darah untuk deteksi molekuler Plasmodium spp., survei vektor malaria, identifikasi habitat perkembangbiakan nyamuk Anopheles, serta analisis molekuler pada sampel manusia dan nyamuk.

Pendekatan ini memungkinkan deteksi infeksi malaria, termasuk kasus tanpa gejala yang sering luput dari pemeriksaan rutin, sekaligus memberikan gambaran menyeluruh mengenai hubungan antara manusia, vektor, dan lingkungan dalam proses penularan malaria. Informasi tersebut diharapkan menjadi dasar ilmiah bagi pemerintah daerah dalam menyusun intervensi yang lebih tepat sasaran untuk menekan penularan malaria di wilayah endemis.

Lebih dari sekadar mendukung pencapaian eliminasi malaria nasional, penelitian ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 1: No Poverty (Tanpa Kemiskinan). Malaria masih menjadi salah satu penyebab hilangnya produktivitas masyarakat akibat meningkatnya angka kesakitan, berkurangnya hari kerja, serta tingginya pengeluaran rumah tangga untuk biaya pengobatan. Melalui penguatan surveilans dan deteksi dini, risiko penularan dapat ditekan sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat, tetap produktif, dan terhindar dari beban ekonomi akibat penyakit.

Kolaborasi antara Universitas Diponegoro, pemerintah daerah, dan masyarakat ini menunjukkan bahwa investasi pada riset kesehatan bukan hanya menghasilkan data ilmiah, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengendalian malaria yang efektif diharapkan mampu memutus siklus penyakit dan kemiskinan, sekaligus memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat di wilayah endemis.