Setiap kelulusan menyimpan kisah yang berharga. Di balik prosesi wisuda, terdapat perjalanan penuh pembelajaran, tantangan, kerja keras, dan pencapaian yang membentuk setiap lulusan. Melalui rubrik ini, para wisudawan Magister Epidemiologi FKM Universitas Diponegoro berbagi kesan, pesan, serta harapan mereka sebagai refleksi perjalanan akademik dan langkah awal untuk terus berkarya serta memberikan kontribusi bagi kesehatan masyarakat.
- Arlyn Manggar Sari, S.K.M., M.Epid (Minat FETP 2024), Lulus 1 tahun, 10 bulan, 21 hari

“Saya sangat bersyukur dan bangga dapat menjadi bagian dari MEPID UNDIP 2024, khususnya pada konsentrasi Epidemiologi Lapangan. Selama menjalani studi, saya diberikan keleluasaan untuk mengeksplorasi berbagai pengalaman melalui penugasan maupun proses penyusunan tesis. Para dosen sangat suportif, peduli terhadap proses belajar mahasiswa, serta terbuka untuk berdiskusi mengenai berbagai hal. Kampus juga memberikan dukungan yang sangat baik kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri melalui publikasi ilmiah serta keikutsertaan dalam konferensi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain lingkungan akademik yang mendukung, suasana kekeluargaan juga terjalin sangat erat selama proses perkuliahan. Sebagai mahasiswa yang bergabung melalui jalur paspascasarjana, saya merasa sangat terbantu dengan kesempatan yang diberikan selama menempuh pendidikan. Semoga ke depannya semakin banyak yang tertarik untuk menjadi bagian dari MEPID UNDIP, khususnya adik-adik UNDIP yang memiliki kesempatan untuk memanfaatkan jalur paspascasarjana dengan sebaik-baiknya.
Thank you MEPID UNDIP, for being a meaningful part of my journey toward earning my Master’s degree in Epidemiology.”
2. Ismail Angkotasan, S.K.M., M.Epid (Minat Epidemiologi Umum 2024), Lulus 1 tahun, 10 bulan, 21 hari

“Wisuda ini bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi juga menjadi titik awal untuk melangkah ke dunia profesional dan pengabdian. Bidang epidemiologi sendiri memiliki peran yang semakin penting dalam memahami berbagai tantangan kesehatan yang ada di masyarakat saat ini. Perjalanan studi ini bukan sekadar meraih gelar, tetapi proses intelektual yang membentuk integritas dan komitmen dalam menghadirkan solusi kesehatan berbasis bukti. Dukungan dosen, keluarga, dan rekan seperjuangan menjadi kekuatan penting, agar ilmu yang diperoleh dapat terus memberi manfaat bagi masyarakat.”
3. Dwi Susanti, S.K.M., M.Epid (Minat FETP 2024), Lulus 1 tahun, 10 bulan, 21 hari

“Bisa kuliah di FETP Magister Epidemiologi UNDIP itu ibarat dream come true yang akhirnya tuntas saya centang dari bucket list. Walaupun dalam prosesnya sempat diwarnai drama magang dan pusingnya tesis, masa-masa kuliah di sini benar-benar membentuk cara berpikir saya untuk lebih tajam dan sigap melihat isu kesehatan masyarakat. UNDIP berhasil mengubah impian lama saya jadi kenyataan yang penuh pelajaran, pengalaman lapangan, dan tentu saja keluarga baru.
Terima kasih banyak untuk Magister Epidemiologi UNDIP, para dosen, dan rekan-rekan atas masa-masa kuliah yang luar biasa berkesan ini. Semoga program FETP UNDIP makin maju dan terus melahirkan lulusan-lulusan yang keren. Buat rekan-rekan alumni, see you on the top ya….semoga kita bisa terus membawa nama baik almamater dan jangan kapok buat ketemu lagi ya!”
4. Sari Ramadani, S.Si., M.Epid (Minat Epidemiologi Umum 2024), Lulus 1 tahun, 10 bulan, 21 hari

“Saya sangat senang menempuh pendidikan di Program Magister Epidemiologi Universitas Diponegoro. Lingkungan belajarnya nyaman dan suportif, dengan dosen-dosen yang kompeten serta peduli terhadap perkembangan mahasiswanya. Selama perkuliahan selalu memantau progres kami, cepat merespons ketika ada kendala, dan memberikan solusi yang membantu. Berkat bimbingan dan dukungan tersebut, saya dapat menyelesaikan studi tepat waktu sekaligus memperoleh banyak wawasan dan pengalaman di bidang epidemiologi.
Semoga Program Magister Epidemiologi Universitas Diponegoro dapat terus mempertahankan kualitas pendidikan dan pendampingan yang sudah sangat baik. Saya juga berharap ke depannya dapat diadakan program magang atau praktik lapangan yang lebih banyak, terutama bagi mahasiswa dengan latar belakang S1 di luar Kesehatan Masyarakat, agar memiliki pengalaman lapangan yang lebih luas dan siap menghadapi dunia kerja.”
5. drh. Aishah Purnomosari, M.Epid (Minat Epidemiologi Umum 2023), Lulus 2 tahun, 4 bulan, 19 hari

“Bapak ibu dosen mengajar dengan sangat asik. Tidak hanya menyampaikan materi, tapi memberikan nilai-nilai kehidupan untuk penyemangat menempuh studi.
Belajar Angka dan Nyawa: Menyadari bahwa setiap data statistik dan angka yang dianalisis berhubungan langsung dengan keselamatan banyak orang di masyarakat.
Menjadi Detektif Penyakit: Merasa seperti detektif saat harus ikut memecahkan teka-teki penyebab munculnya suatu wabah atau kejadian luar biasa.”
6. Parno, S.K.M., M.Epid (Minat Epidemiologi Umum 2022), Lulus 3 tahun, 4 bulan, 12 hari

“Proses belajar menggunakan metode Problem-Based Learning (PBL). Mahasiswa tidak hanya menghafal teori, tetapi langsung dihadapkan pada data kasus riil di lapangan; Pengajar di FKM UNDIP diisi oleh para Doktor dan Profesor yang ahli di bidangnya. Mereka sangat terbuka untuk berdiskusi ilmiah, membimbing analisis data (SPSS/Stata); Rekan sekelas umumnya adalah berbagai profesi/jurusan, mulai dari dokter, pemegang kebijakan di Dinas Kesehatan, hingga mahasiswa internasional. Ini membuat diskusi kelas menjadi sangat kaya perspektif; Mempelajari epidemiologi di UNDIP membentuk kemampuan berpikir kritis berbasis riset, menguasai analisis data mendalam, serta ketajaman dalam melakukan investigasi penyakit; Meskipun tugas analisis dan tesisnya menantang, bimbingan dosen yang akomodatif memberikan banyak kemudahan bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studi.
Pesan Wisudawan untuk Mahasiswa Baru & Sesama Alumni: Kuasai perangkat lunak analisis data sejak awal semester karena itu akan menjadi instrumen utama dalam menyelesaikan tesis Anda.; Sebagai calon epidemiolog lulusan UNDIP, ketajaman dalam melakukan pelacakan faktor risiko harus selalu berbasis bukti (evidence-based) demi melahirkan kebijakan kesehatan masyarakat yang tepat; Manfaatkan program Visiting Professor atau kuliah umum yang rutin diadakan prodi untuk memperluas cakrawala riset global; Jaga nama baik almamater dengan berkontribusi langsung menurunkan angka kesakitan di instansi kerja masing-masing setelah lulus nanti; Awali dan jalani perkuliahan dengan niat yang tulus untuk mencari ilmu agar apa yang didapatkan selama kuliah membawa berkah dan manfaat luas bagi masyarakat.”
7. Eva Fitriana Susanti S.K.M., M.Epid (Minat Epidemiologi Umum 2021), Lulus 3 tahun, 5 bulan, 27 hari

“Perjalanan selama masa studi menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan para lulusan. Tidak hanya dari sisi keilmuan, tetapi juga dari cara mereka melihat, memahami, dan merespons permasalahan kesehatan secara lebih luas.
Semoga Magister Epidemiologi FKM Universitas Diponegoro senantiasa menjadi tempat lahirnya insan yang berintegritas, inovatif, dan berdedikasi. Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.”
8. Katrin Widarni S.K.M., M.Epid (Minat Epidemiologi Umum 2023), Lulus 2 tahun, 4 bulan, 19 hari

“Menjadi bagian dari Magister Epidemiologi UNDIP merupakan pengalaman berharga yang memperluas wawasan, melatih berpikir kritis dan disiplin, serta membentuk kesiapan menghadapi tantangan. Meski prosesnya tidak selalu mudah, bimbingan dosen dan dukungan teman seperjuangan menjadikan setiap tantangan sebagai pelajaran berharga.”